Malam itu, entah kapan akupun sudah tidak ingat lagi. seorang laki laki bertubuh tinggi dan kurus yang selalu melihatkan amarahnya dalam kata katanya dan kekerasan fisik dalam tangannya.entah apa yang buat dia selalu tempramental setiap kali ada sesuatu yang tidak dia suka. tak pernah mau untuk membicarakan semua dengan baik dan bijaksana selalu mengambil jalan sederhana dengan memlemparkan barang yanga da disekitarnya hingga rusak kemudian seseorang disampingnya lah target selanjutnya.
masih terbayang bola matanya yang merah terus menatap tanpa berkedip dengan otot otot dan urat urat tangan yang nampak. kekuatannya luar biasa setiap kali tangannya tepat sasaran pada saat itu juga lebam merah nan biru langsung nampak di pipi dan di sekujur tubuh lainnya.
yaa.. dia adalaha seorang laki laki yang entah berapa lama bersama ku dari perkenalan kami di bangku smp hingga kuliah semester 1. banyak masalah yang kami hadapi dari kebohongan, perselingkuhan, kekerasan sampai hubungan yang sering putus dan kembali lagi.
mungkin semua perempuan awalnya memang bodoh selalu berfikir bahwa setiap pria yg bersamanya saat itu adalah pria yg terbaik, ternyata seiring berjalannya waktu tidak semua pria adalah yang terbaik untuknya.
kadang perempuan di pertemukan dengan seorang pria hanya untuk membuatnya mengerti antara kau harus bisa masuk kerasa sakit yang terus terus menghantam atau kau bisa memperbaiki rasa sakit itu. jawabannya adalah gak semua orang mau terus terusan disakiti dan gak semua orang bisa memperbaiki.
Komentar
Posting Komentar